Selamat Datang di Website MGMP IPA SMP Kabupaten Blitar. Bapak/Ibu yang berminat artikelnya dimuat di website ini silakan kirim ke email kami: slametriyadi19660712@yahoo.co.id

Minggu, 10 Oktober 2010

HIDUNG

Neus1.jpg

Secara anatomi, hidung adalah penonjolan pada vertebrata yang mengandung nostril, yang menyaring udara untuk pernapasan. Hidung sebagai suatu istilah, dapat juga digunakan untuk menunjukkan ujung sesuatu, seperti hidung pada pesawat terbang.


Secara anatomi, hidung adalah penonjolan pada vertebrata yang mengandung nostril, yang menyaring udara untuk pernafasan. Hidung sebagai suatu istilah, dapat juga digunakan untuk menunjukkan ujung sesuatu, seperti hidung pada pesawat terbang.


Hidung adalah bagian yang paling menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernafasan, menyaring udara,menghangatkan udara pernafasan, juga berperan dalam resonansi suara.

Hidung merupakan alat indera manusia yang menanggapi rangsang berupa bau atau zat kimia yang berupa gas.di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau.setiap sel pembau mempunyai rambut -rambut halus(silia olfaktori)di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung.

Bagian-bagian hidung manusia

Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang di sebut dengan Nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat dari tulang yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yang mensekresi lendir lengket.

Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini di hubungkan dengan bagian belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-langit mulut kita yang di sebut dengan Palate.

Mucous membrane berfungsi mengahangatkan udara dan melembabkannya. Bagian ini membuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu, bagkteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.

Cara kerja alat penciuman (hidung) manusia

Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di udara. Dia atap rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif terhadap molekul-molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian pendeteksi bau(smell receptors). Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta.

Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di kirim ke the olfactory bulb melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan kemudian di proses oleh otak bau apakah yang telah tercium oleh hidung kita, apakah itu harumnya bau sate padang atau menyengat nya bau selokan.


Penyakit pada hidung

Gangguan pada hidung biasanya disebabkan oleh radang atau sakit pilek yang menghasilkan lendir atau ingus sehingga menghalangi bau mencapai ujung saraf pembau. gangguan lain juga bisa disebabkan oleh adanya kotoran pada hidung dan bulu hidung yang terlalu banyak.kita harus selalu membersihkan hidung dari kotoran dan merapikan bulu-bulunya supaya penciuman kita tidak terganggu.


Polip Hidung dan Sinusitis



Polip hidung adalah benjolan patologis pada rongga hidung, lunak dan licin, berwarna bening atau pucat, kadang kekuningan, abu2 atau kemerahan.Polip hidung merupakan tumor jinak. Namun bila dibiarkan bisa saja berubah jd ganas (kanker).Gejala subjektif polip hidung antara lain: buntu hidung progresif, pilek kental, suara bindeng, pusing, fungsi penciuman terganggu.Penyebab polip hidung antara lain: alergi, infeksi, dan gabungan antara alergi dan infeksi.Faktor lain yg meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung adalah sinusitis (radang sinus) yg menahun, iritasi, dan sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi hidung.

Sinusitis adalah infeksi atau peradangan pada rongga udara dalam tulang hidung (sinus) dan tulang-tulang di sekitarnya.

Ada beberapa macam sinus paranasal, antara lain:
1. Sinus Maksilaris (sinus pipi)
2. Sinus Ethmoidalis (sinus antara dua mata)
3. Sinus Frontalis (sinus dahi)
4. Sinus Sphenoidalis (sinus belakang bola mata)

Masing-masing sinus berjumlah 2.

Gejala sistematik dari sinusitis adalah tubuh demam dan lesu. Gejala lokal adalah pada hidung, sinus paranasal, dan tempat lainnya sebagai nyeri alih. Gejala subjektifnya adalah sakit kepala, wajah pucat, muka terasa berat, ingus kental kekuningan sampai hijau, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Penyebab sinusitis adalah sumbatan hidung yg berkepanjangan. Karena sirkulasi udara keluar dan masuk rongga sinus terganggu menyebabkan penumpukan lendir pada rongga sinus. Jika penumpukan lendir ini terinfeksi kuman, maka menyebabkan sinusitis. Selain itu sinusitis jg bs disebabkan akar gigi atas yg membusuk, alergi, serta gangguan bentuk anatomi rongga hidung yg ribet sehingga gampang infeksi.

Baik sinusitis maupun polip hidung kebanyakan disebabkan karena alergi. Terutama alergi karena pengaruh lingkungan, misalnya: udara dingin, udara panas, asap polusi, asap rokok, bau-bauan, dan debu. Sangat penting bagi penderita utk mengetahui penyebab alergi dan kemudian menghindarinya. Dan untuk menghindari kambuhnya polip hidung maupun sinusitis membutuhkan kepatuhan penderita utk menghindari penyebab / pencetus alergi tersebut.

Dari penjelasan di atas qt jd tau kalau memang ternyata gejala maupun penyebab polip hidung dan sinusitis hampir sama. Jd untuk mengetahui scr pasti qt mengidap polip hidung atau sinusitis diperlukan pemeriksaan lanjut, seperti pemeriksaan rontgen atau CT Scan.

Sinusitis yg ak derita mungkin belum separah kebanyakan orang. Banyak orang yg sudah menderita sinusitis selama berbulan-bulan bahkan tahunan. Dan ada yg sudah dioperasi berkali-kali tp tetep belum sembuh jg. Yg terpenting buat penderita polip hidung atau sinusitis adalah menghindari pencetus alergi, bila tidak maka penyakit tersebut bakal kambuh dan kambuh lagi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar