Selamat Datang di Website MGMP IPA SMP Kabupaten Blitar. Bapak/Ibu yang berminat artikelnya dimuat di website ini silakan kirim ke email kami: slametriyadi19660712@yahoo.co.id

Selasa, 07 Desember 2010

SEMINAR LESSON STUDY DAN LEARNING COMMUNITY

SEMINAR
LESSON STUDY DAN LEARNING COMMUNITY UNTUK MEMBANGUN KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

NARA SUMBER: DR. IBROHIM, M.Pd DOSEN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

TGL. 27 NOVEMBER 2010 DI SMA N 1 TALUN
DISELENGGARAKAN OLEH : MGMP IPA SMP KABUPATEN BLITAR

DRS. HARJITO, M.PD selaku pembina MGMP IPA SMP Kabupaten Blitar
menyampaikan sambutan

Seminar dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar (ROMELAN, S.Pd, M.Si)

Dr. Ibrohim, M.Pd memaparkan materi Lesson Study dan Learning Community

Peserta Seminar yang terdiri dari Pengawas, Kepala Sekolah dan semua guru IPA SMP di Kabupaten Blitar dengan antusias menyimak paparan materi seminar Lesson Study

Peserta seminar Drs. Imam Sapingi, M.Pd (KS SMPN 2 Wlingi) menyampaikan pertanyaan seputar Lesson Study kepada narasumber

Peserta Seminar Makrus, S.Pd (guru SMPN 1 Kademangan menyampaikan pertanyaan seputar Lesson Study di sekolah

LESSON STUDY:
KONSEP DASAR, PRAKTIK, DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN KEPROFESIONALAN GURUMENGAPA PEMBELAJARAN BELUM EFESIEN DAN EFEKTIF …?
  1. Apakah guru yang belum profesional…?
  2. Bagaimana membuat guru lebih profesional …?
  3. Apakah perlu banyak pelatihan …? Pelatihan seperti apa …?
  • UU Nomor 14 Tentang Guru dan Dosen: GURU SEBAGAI PROFESI
  • Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif.
  • Jadi profesi adalah suatu pekerjaan yang menuntut keahlian tertentu dan tidak bisa dipegang oleh sembarang orang

Pengakuan sebagai GURU profesional akan diberikan JIKA memiliki:
1) kualifikasi akademik,
2) kompetensi (Pedagogis, Profesional, Kepribadian, dan Sosial)
3) sertifikat pendidik
(Pasal 8, UU No. 15 Th. 2005)

PROFESI DAN PROFESIONAL
DOKTER >< GURU

S
ATU ALTERNATIF SOLUSI LESSON STUDY (STUDI PEMBELAJARAN) MEMBENTUK KOMUNITAS BELAJAR DI SEKOLAH

APA ITU LESSON STUDY ?
  • Kegiatan pengkajian pembelajaran yang dilakukan sekelompok guru secara kolaboratif.
  • Walker (2005) menyatakan bahwa lesson study merupakan suatu metode pengembangan profesional guru.
  • Menurut Garfield (2006) Lesson study adalah suatu proses sistematis yang digunakan oleh guru-guru Jepang untuk menguji keefektifan pengajarannya dalam rangka meningkat hasil pembelajaran.
  • Proses sistematis yang dimaksud adalah kerja guru-guru secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana dan perangkat pembelajaran, melakukan observasi, refleksi dan revisi rencana pembelajan secara bersiklus dan terus menerus.
LESSON STUDY (Jugyokenkyu)
Konteks Indonesia

adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.



Tahapan Lesson study menurut Lewis (2002)
1. Membentuk kelompok lesson study.
2. Memfokuskan lesson study.
3. Merencanakan rencana pelmbelajaran (Research Lesson).
4. Melaksanakan pembelajaran di kelas dan mengamatinya (observasi).
5. Mendiskusikan dan menganalisis pembelajaran, yang telah dilaksanakan.
6. Merefleksikan pembelajaran dan merencanakan tahap-tahap selanjutnya.

Daur Studi Pembelajaran Terorientasi pada Praktik (Saito, dkk. 2005)

MERENCANAKAN RESEARCH LESSON (Plan)
  • Sekelompok guru secara bersama-sama (kolaboratif) menyusun rencana pembelajaran (RPP) dengan semua perangkat pembelajaran yang diperlukan (LKS, Instrumen untuk evaluasi, media, dsb).
  • Setiap guru anggota kelompok LS mencurahkan pikiran untuk menghasilkan skenario pembelajaran yang baik atau dengan strategi yang tepat dan operasional (sesuai dengan kondisi dan sistuasi siswa, sekolah dan sarana pendukungnya,)
Pertanyaan berikut ini bisa menjadi acuan:
  • Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini?
  • Apa yang kita harapkan dikuasai siswa pada akhir pelajaran?
  • Apa saja rangkaian pertanyaan dan atau pengalaman belajar siswa yang akan mendorong siswa memperoleh pengetahuan yeng lebih lanjut?
  • Kegiatan apa yang mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa?
  • Apa bukti tentang hasil belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang harus dikumpulkan untuk data diskusi pada saat refleksi dan bagaimana instrumen pengumpulnya?
MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN SECARA KOLABORATIF (PLAN)


MENGAJAR DAN MENGAMATI RESEARCH LESSON (Do) => OPEN CLASS
  • Seorang “guru model” melakukan pembelajaran di kelas
  • Anggota kelompok melakukan observasi (terhadap aktivitas belajar semua siswa atau sesuai dengan tugas masing-masing)
  • Setiap observasi mencatat hasil observasi sebagai bahan refleksi. Jika mungkin dianjurkan untuk merekam kegiatan pembelajaran dengan handycam.
  • Observer “dilarang keras” untuk membantu, intervensi, atau mengganggu siswa dan guru model selama kegiatan pembelajaran

OBSERVASI PEMBELAJARAN DALAM OPEN CLASS DI SMP MOTOYOSHIWARA – FUJI JEPANG

OBSERVASI PEMBELAJARAN DALAM OPEN CLASS


MENDISKUSIKAN DAN MENGANALISIS HASIL PENGAMATAN (See) – Refleksi
Diskusi dilakukan secara formal (dipimpin oleh moderator dan disertai notulis)
Guru model (pengajar) diberi kesempatan pertama untuk melakukan refleksi diri, tentang:
  1. perasaan guru model sebelum, saat, dan setelah melaksanaan pembelajaran (open class);
  2. alur skenario atau langkah pembelajaran à yang berhasil dan tidak berhasil dilaksanakan;
  3. Penilaian terhadap keberhasilan pembelajaran yang dilakukan.
Komentar observer:
  1. Difokuskan pada aktivitas belajar siswa bukan pada langkah-langkah mengajar yang dilakukan guru.
  2. Setiap masalah yang diungkapkan harus disertai bukti riil, misal dengan menyebut nama siswa dam momen kejadiannya.
  3. Disampaikan secara sopan, jujur dan penuh respek (tepa salira)
  4. Hindari kritik pada guru yang berlebihan dan perbanyak pujian.
Prinsipnya setiap observer harus menyampaikan komentar sebagai ucapan terima kasih kepada guru model.

MODERATOR
  • Moderator harus dapat mengupayakan terjadinya diskusi yang interaktif, menyenangkan, dan mengaktifkan semua peserta.
  • Moderator harus jeli untuk mengangkat masalah diskusi dari komentar observer yang menarik dan penting untuk didiskusikan secara lebih mendalam, dengan memintakan komentar pada observer yang lain. Misalnya dengan meminta apakah fakta yang sama? apa penyebanya? dan bagaimana alternatif solusinya.
  • Moderator (juga sebagai observer) disarankan juga menyampaikan komentar.
  • Di akhir diskusi moderator tidak perlu menyimpulkan hasil diskusi, tetapi diperkenankan menyampaikan ringkasan topik-topik menarik dari komentar peserta yang didiskusikan
DISKUSI REFLEKSI SETELAH OPEN CLASS DI SMP MOTOYOSHIWARA – FUJI JPEANG
Gambar diskusi refleksi

DISKUSI REFLEKSI SETELAH OPEN CLASS DI SD HAMANOGO – CHIGASAKI JEPANG
Gambar diskusi refleksi setelah open class

EVALUASI DAN PENYEMPURNAAN UNTUK KEGIATAN BERIKUTNYA
  • Apakah kelompok sudah puas dg tujuan-tujuan dan operasional group lesson study?
  • Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk meningkatkan pembelajaran ini?
  • Apakah anggota kelompok berkeinginan untuk mengujicoba pembelajaran ini di kelas mereka sendiri?
  • Adakah yang berguna dan bernilai dari kegiatan lesson study?
  • Apakah Lesson study dapat meningkatkan kualitas anggota-anggotanya ?
  • Apakah Lesson study meningkatkan kualitas siswa?
DUKUNGAN TERHADAP PELAKSANAAN LESSON STUDY
(1) Semangat mengkritik diri sendiri (hansei).
(2) Keterbukaan terhadap masukan dari orang lain.
(3) Mau mengakui kesalahan, dan mau memakai orang lain
(4) Mau memberi masukan yang jujur dan penuh respek

Dalam menerapkan LS, gunakan 5D
  • DESIRE: keinginan yang kuat untuk mempelajarinya
  • DECISIONkeputusan untuk mencobanya
  • DETERMINATION: kesungguhan untuk mempraktikkannya
  • DISCIPLINE:pengadaan waktu bersama
  • DEED benar-benar melaksanakannya, tidak hanya sekedar wacana

MISKONSEPSI TTG LESSON STUDY
(1) Hanya berupa kegiatan merancang pembelajaran.
(2) Berarti merancang pembelajaran mulai dari awal.
(3) Berarti menulis langkah-langkah pembelajaran yang kaku
(4) Berarti menulis rancangan pembelajaran yang sempurna untuk disebarkan ke guru
(5) Researh lesson adalah suatu pembelajaran oleh para ahli
(6) Lesson study bukan penelitian dasar, melainkan penelitian pembelajaran atau instruksional

Jadi lesson study:
adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui peng¬kajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip kolegalitas dan mutual learning.

LEARNING COMMUNITY (LC)

KOMUNITAS BELAJAR => SALING BELAJAR MEMBELAJARKAN:

  • SISWA-SISWA,
  • SISWA-GURU,
  • GURU-SISWA,
  • GURU-GURU,
  • GURU-SEKOLAH,
  • SEKOLAH-MASYARAKAT
LC DAPAT DIBEDAKAN MENJADI:
1. LC TINGKAT SEKOLAH
2. LC TINGKAT KELAS


LEARNING COMMUNITY TINGKAT SEKOLAH
PEMEGANG KUNCI: KEPALA SEKOLAH

FALSAFAHNYA BELAJAR:
  • MENGUBAH SIKAP GURU AGAR SELALU BELAJAR
  • SETIAP ORANG MEMILIKI KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
  • BERUSAHA MENINGKATKAN KEPROFESIONALAN GURU
  • MEMBUKA KELAS (OPEN CLASS / OPEN LESSON)
KEBIJAKAN YANG PERLU DILAKUKAN KEPALA SEKOLAH DALAM RANGKA MEMBENTUK LC DI SEKOLAH:
  1. MENGIRIM GURU MENGIKUTI WORKSHOP/ PELATIHAN => STL DATANG MENDESIMINASIKAN KE GURU-2 LAIN
  2. MEMOTIVASI GURU MELAKUKAN PTK BERKOLABORASI DG GURU LAIN, DOSEN
  3. MEMINTA GURU MEMBUAT RPP/LKS SECARA KOLABORATIF
  4. MENDATANGKAN NARA SUMBER (ORTU, AHLI, PAKAR PENDIDIKAN) DALAM PEMBELAJARAN
  5. MELAKSANAKAN SEMINAR SECARA PERIODIK DI SEKOLAH DENGAN PEMBICARA GURU SENDIRI
  6. MENGIRIMKAN GURU MENGIKUTI SEMINAR/ MENJADI PEMBICARA

LEARNING COMMUNITY INI SANGAT SESUAI DENGAN UPAYA SERTIFIKASI YAITU:
1. MEMBUAT KARYA ILMIAH
2. MENGUMPULKAN PORTOFOLIO
3. MENGIKUTI KEGIATAN ILMIAH
4. MELAKSANAKAN PENELITIAN
5. MELAPORKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SECARA ILMIAH

KOMUNITAS BELAJAR DI KELAS PEMEGANG KUNCI: G U R U
  • MENGHARGAI PERBEDAAN SISWA
  • SETIAP SISWA MEMPUNYAI HAK BELAJAR
  • BELAJAR ADALAH BERKREASI
  • GURU MEMAHAMI PSIKOLOGI
  • MEMAHAMI HAKEKAT BELAJAR
LEARNING COMMUNITY DI KELAS
  1. PEMBELAJARAN MEMENTINGKAN KREATIFITAS SISWA
  2. MENGUPAYAKAN SISWA KELOMPOK C MELOMPAT MENJADI B, ATAU A
  3. DALAM PEMBELAJARAN DIBUAT KELOMPOK YANG TERDIRI DARI MAKSIMAL 4 ORANG: HETEROGEN DITINJAU JENIS KELAMIN, KEMAMPUAN, DSB
  4. MENGGUNAKAN WAKTU BELAJAR SISWA SECARA EFISIEN
  5. MENDORONG SISWA MELAKUKAN BELAJAR SECARA KOLABORATIF DENGAN MEMBENTUK KELOMPOK
  6. MENDORONG SISWA UNTUK:
1. BERPENDAPAT
2. BERKREASI

AGAR SETIAP SISWA BELAJAR SECARA EFEKTIF: BENTUK KELOMPOK DAN MOTIVASI SISWA BELAJAR KOLABORATIF

CONTOH TEKNIK KOLABORATIF:
A. HASIL DISKUSI INDIVIDUAL
B. TUNJUK INDIVIDU, BUKAN KELOMPOK
C. PERTANYAAN TIDAK UNTUK KELAS TAPI UNTUK INDIVIDU

PERMASALAHAN:
BAGAIMANA KEMUNGKINAN PENERAPAN LESSO STUDY DI DAERAH MASING-MASING (DI MGMP ATAU DI SEKOLAH) ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar